Iklan

Cara Mudah Budidaya Kelinci Hias Untuk Pemula

Kelinci merupakan salah satu hewan mamalia yang sering dijadikan hewan peliharaan karena terlihat lucu, bulu-bulu yang halus dan perawatan yang mudah. Tidak jarang juga usaha ternak kelinci mulai dilakukan melihat banyaknya minat masyarakat terhadap kelinci. Artikel ini akan membahas tentang budidaya kelinci hias bagi pemula.

Budidaya kelinci hias
Sumber: peta2.com

Menyiapkan Kandang Untuk Budidaya Kelinci Hias.
Dalam budidaya kelinci hias, kandang merupakan hal pertama yang harus disiapkan. Kandang sangat penting sebagai tempat tinggal mereka yang juga akan memudahkan kita untuk merawat mereka dan membedakan kelinci sesuai rasnya. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

a. Pastikan anda memiliki lahan yang cukup luas untuk menaruh kandang.

b. Lokasi kandang bersih dan bebas dari gangguan asap, bau-bauan, dan suara bising.

c. Pastikan tempat kandang aman, nyaman, dan bebas dari hewan pemangsa lain.

d. Bersihkan kandang sesering mungkin agar kelinci tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

e. Suhu ideal kandang kelinci berkisar sekitar 21 derajat celcius.

f. Kandang sebaiknya memiliki ruangan yang luas agar memiliki sirkulasi udara yang lancar.

g. Bedakan kandang induk, pejantan, dan anakannya.

h. Sesuaikan bentuk kandang kelinci sesuai kebutuhan. 

Kandang kelinci terbagi 3 yaitu kandang postal yang ditempatkan di dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda, kandang ranch memiliki bentuk yang sama dengan kandang postal namun kandang ranch memiliki halaman untuk kelinci, dan kandang battery di mana kandang disusun berjajar dan bertingkat dan setiap kandang hanya cukup untuk 1 kelinci.

Kandang kelinci

Menyiapkan Peralatan Kandang Untuk Budidaya Kelinci Hias.
Kandang kelinci tidak mungkin kosong begitu saja maka dari itu siapkan perlengkapan budidaya kelinci yang biasanya diletakkan di dalam kandang yaitu tempat pakan kelinci, tempat minum kelinci, dan tempat kotoran kelinci. 

Mempelajari Ras Untuk Budidaya Kelinci Hias.
Sebelum memulai budidaya kelinci hias, pelajari terlebih dahulu ras kelinci beserta karakteristiknya masing-masing. Tetapkan juga tujuan budidaya yang akan anda kelola. Ras kelinci berdasarkan bulunya adalah Anggora, American Chinchilla, dan Rex sedangkan ras kelinci berdasarkan dagingnya adalah Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan, dan New Zealand.

Memilih Calon Induk yang Berkualitas Untuk Budidaya Kelinci Hias
Memilih calon induk kelinci yang berkualitas akan mempengaruhi kualitas anak kelinci juga. Jika indukan memiliki tingkat produktivitas, penampilan, dan kesehatan yang terjaga maka akan meningkatkan kualitas dari anakannya. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih indukan :
a. Umumnya kelinci betina memiliki berat 4-5 kg dam kelinci jantan 3-5 kg.

b. Memiliki gen pertumbuhan yang baik dan tingkat fertilitas yang tinggi.

c. Pastikan kelinci sehat, lincah, aktif, dan tidak cacat.

d. Mata kelinci terlihat cerah dan bersih. Jika mata kelinci terlihat lengket, basah atau berair maka kemungkinan kelinci sedang sakit.

e. Pilih kelinci dengan hidung dan mulut yang kering dan bersih.

f. Kelinci yang bagus memiliki punggung yang tidak berbentuk cekung.

g. Periksa tulang kaki kelinci. Pastikan tulangnya tidak terlalu bengkok.

h. Pastikan ekor kelinci menghadap tegap ke atas dan lurus.

i. Dubur kelinci harus bersih dan tidak ada kotoran yang menempel.

Cara Membedakan Kelinci Jantan dan Betina Untuk Budidaya Kelinci Hias.
Perbedaan kelinci jantan dan betina sebenarnya sangat mudah untuk dilihat. Jangan sampai keliru dalam membedakannya agar anda tidak salah dalam penanganan dan penempatan dalam kandang.

a. Kelinci jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan kelinci betina yang artinya juga memiliki berat badan yang lebih ringan. Kepala kelinci jantan biasanya berbentuk kotak. Mereka juga lebih ramah dan bersahabat dibandingkan dengan kelinci betina. Memiliki rasa ingin tahu yang besar dan tonjolan alat kelamin di atas anus.

b. Kelinci betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan lebih berat dibandingkan dengan kelinci jantan, kepala yang biasanya berbentuk bulat mirip bola, memiliki gundukan bercelah di atas anus, dan lebih tempramental dibandingkan dengan kelinci jantan.

Perkawinan Pada Budidaya Kelinci Hias

a. Tips dan syarat untuk mengawinkan kelinci
Adapun tips dan syarat yang dibutuhkan dan diperhatikan dalam budidaya kelinci hias sebelum mengawinkan kelinci adalah:

- Kelinci yang dikawinkan minimal harus berumur sekitar 5-8 bulan. Kelinci yang dikawinkan terlalu muda akan berdampak buruk pada kesehatan, sistem imun yang buruk, dan gangguan pertumbuhan pada anak kelinci.

- Kelinci yang sudah siap dikawinkan akan terlihat lebih gelisah daripada biasanya dan selalu mendekati kelinci lawan jenisnya.

- Kelinci akan menjadi lebih sering menggosokkan dagunya dengan kelinci lawan jenis dan vulva kelinci biasanya akan menjadi warna merah jambu jika sudah siap untuk dikawinkan.

- Kelinci sebaiknya dikawinkan 2 kali dan diatur jadwal perkawinannya pagi atau sore.

- Perkawinan kelinci sebaiknya dilakukan di dalam kandang kelinci jantan.

- Masa birahi kelinci biasanya berlangsung selama 11-15 hari

- Satu pejantan biasanya bisa mengawini 5-10 betina

b. Cara mengawinkan kelinci
Setelah anda mengerti syarat-syarat di atas dan kelinci memiliki kriteria yang telah disebutkan maka kelinci siap untuk dikawinkan. Berikut akan dijelaskan cara mengawinkan kelinci :

- Masukkan kelinci betina ke dalam kandang kelinci jantan agar kelinci jantan lebih berkuasa dan mengenali daerahnya.

- Amati apakah terjadi perkawinan. Jika sudah terlalu lama tidak terjadi perkawinan, bisa saja tidak cocok maka anda bisa mengganti dengan pejantan lain. Jika terjadi perkawinan, biarkan selama beberapa menit atau sampai 5 menit.

- Keluarkan kelinci betina dari kandang dan biarkan beristirahat selama 10-15 menit.

- Masukkan kembali kelinci betina ke dalam kandang kelinci jantan dan biarkan sampai terjadi perkawinan.

- Apabila setelah dimasukkan ke dalam kandang, kelinci betina terlihat menghindar dan tidak mau dikawinkan maka segera keluarkan dan perkawinan kedua dianggap selesai.

c. Tanda-tanda kehamilan

- Masa kehamilan biasanya berlangsung selama 28-35 hari.

- Tanda kehamilan biasa terlihat antara 10-14 hari setelah proses perkawinan.

- Peningkatan porsi makan sehingga dibutuhkan makanan yang cukup dan bergizi.

- Raba perut kelinci apakah terdapat benjolan.

- Perut kelinci akan mulai membesar di minggu ketiga.

- Sifat lebih sensitif dan tidak mau dipegang.

- Mulai tidur menyamping karena tidak nyaman dengan perutnya.

d. Periode melahirkan dan cara merawat anak kelinci

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan agar bayi kelinci yang dilahirkan dapat tumbuh dengan sehat dan tidak terjadi kerugian budidaya kelinci hias yang sedang dijalankan : 

- Induk kelinci yang sudah mendekati hari kelahiran biasanya akan mencabuti bulunya sendiri.

- Biasanya kelinci akan melahirkan di malam hari. 

- Sangat penting untuk menyiapkan kotak sarang yang hangat karena anak kelinci yang baru lahir masih sensitif atau bisa juga menaruh jerami atau kertas di dalam kotak sarang untuk menjaga kehangatan bayi kelinci.

- Waspada terhadap induk yang kanibal karena bisa saja memakan anaknya sendiri.

- Pastikan semua bayi kelinci mendapat bagian susu saat induk menyusui.

- Jagalah kebersihan kandang dan kotak sarang.

Belum ada Komentar untuk "Cara Mudah Budidaya Kelinci Hias Untuk Pemula"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel