Iklan

Perkembangbiakan Komodo yang Perlu Anda Ketahui

Perkembangbiakan Komodo
Sumber gambar : Tribunnews.com

Komodo merupakan spesies langka yang patut kita lestarikan. Spesies kadal besar yang panjangnya dapat mencapai 2 hingga 3 meter ini memang  Di Indonesia sendiri, anda tentu kenal atau pernah mendengar tentang Pulau Komodo bukan? Tempat dimana masih cukup banyak Komodo berkembangbiak dan hidup secara bebas. Berbicara soal perkembangbiakan Komodo, apakah anda sudah tahu bagaimana cara mereka berkembangbiak? Nah, kali ini kita akan membahas sedikit fakta seputar perkembangbiakan komodo yang belum banyak orang tahu. Mau tahu apa saja faktanya? Scroll down ya!

1. Komodo berkembangbiak secara Ovipar

Berbicara soal perkembangbiakan Komodo, komodo berkembangbiak secara ovipar. Apa itu ovipar? Mereka berkembangbiak dengan cara bertelur. Dalam sekali bertelur, sang betina dapat mengeluarkan hingga 30 butir telur. Setelahnya telur akan diinkubasi dalam waktu yang cukup lama yakni antara 8 hingga 9 bulan. Masa kritis adalah masa setelahnya yakni saat mereka baru menetas. Komodo baby  akan berukuran hanya sekitar 30cm saja. Mengapa dikatakan masa kritis? Karena para komodo dewasa seringkali “tidak sengaja” memakan para komodo baby ini karena ukuran mereka yang masih cukup kecil dan “kalah” dalam membela diri.

2. Baby Komodo berukuran mini “bersembunyi” sampai ukuran mereka cukup besar.

Komodo menetas Perkembangbiakan Komodo

Masih berbicara soal perkembangbiakan komodo, baby komodo ini setelah menetas, tidak langsung berkeliaran di tanah. Mengapa? Naluri mereka membawa mereka untuk bersembunyi sampai berukuran cukup besar. Para baby komodo berukuran 30 cm ini bersembunyi di pepohonan guna menghindari para predator. Mereka memakan serangga, dan hewan kecil lainnya yang ada di pohon guna membantu mereka bertahan hidup. Ketika sudah cukup kuat dan “besar” mereka baru turun ke tanah.

3.  Masa Perkembangbiakan komodo
Perkembangbiakan Komodo

Komodo mulai memasuki masa perkembangbiakan atau masa kawin pada usia yang cukup “matang” yakni sekitar 6-10 tahun. Bulan-bulan kawin komodo biasanya di antara bulan Mei hingga Agustus, kemudian mulai bertelur di bulan September. Pada masa kawin ini, para pejantan akan saling berkelahi memperebutkan para komodo betina untuk dibuahi. Para betina yang sudah dibuahi akan “mengandung” telur selama beberapa waktu. Perkembangbiakan komodo termasuk salah satu yang cepat namun lama dalam menunggu mereka memasuki masa kawin, tak heran, komodo merupakan salah satu hewan yang sangat dilindungi.

Baca juga : Mengenal komodo, kadal raksasa

4. Komodo merupakan species yang setia.

Tidak seperti spesies lainnya yang dapat poligami, komodo cenderung monogami. Komodo akan saling berkelahi untuk memperebutkan betinanya hingga yang akhirnya menang, akan menjulurkan lidahnya sebagai tanda bahwa ialah sang pemenang, pada sang betina. Komodo merupakan salah satu hewan yang masa hidupnya cukup lama yakni dapat mencapai hingga 50 tahun.

5. Masa Perkawinan yang cukup unik
Perkawinan komodo
Sumber : Indone5ia.wordpress.com

Dalam masa perkawinannya, komodo akan saling mengikat ekor mereka. Sang betina akan bertindak lebih agresif daripada yang jantan. Jantan cenderung pasif dan mengikuti si Betina. Perlu beberapa kali proses perkawinan hingga dapat dipastikan terdapat perbedaan pada perut betina yang berarti sudah berisi telur.

Perkembangbiakan komodo di alam bebas memang cukup sulit mengingat banyaknya predator, terlebih lagi, para Komodo dewasa yang cenderung kanibal. Hal inilah yang membuat jumlah komodo yang meskipun mungkin bertambah, akan tetap tidak bertambah secara signifikan juga. Selain memang karena waktu untuk mencapai usia subur mereka tergolong cukup lama, yakni minimal dalam 6 tahun, komodo juga memiliki banyak peminat. Tidak dapat kita pungkiri, meskipun komodo merupakan spesies yang dilindungi, banyak saja yang tertarik untuk “mendapatkan” mereka. Hal ini lah yang seringkali “mengancam” para komodo.
Perkembangbiakan komodo juga kini mulai dilakukan di kebun binatang. Seperti pada tahun 2017 lalu, di taman safari cisarua berhasil mengawinkan sepasang komodo yang ada disana dan berhasil memperoleh 21 anakan komodo. Perkembangbiakan komodo kini masih menjadi agenda penting yang terus digalakkan oleh pemerintah. Kadal besar yang ditemukan pada tahun 1910-an, memang sudah menjadi spesies langka yang perlu untuk dilestarikan. Semoga artikel ini dapat memberikan anda informasi ya!

Belum ada Komentar untuk "Perkembangbiakan Komodo yang Perlu Anda Ketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel