Iklan

Ketahui 7 Jenis Racun Ular yang Mematikan

 Jenis Racun Ular yang Mematikan

Indonesia memiliki banyak satwa. Salah satunya adalah ular. Ular yang hidup di Indonesia pun beragam jenisnya. Beberapa jenis ular ini termasuk dalam kategori berbahaya karena jika tergigit, racunnya akan menyebar ke seluruh tubuh hingga menimbulkan kematian. Ular menghasilkan racun yang berguna untuk melemahkan musuh atau mangsanya sekaligus sebagai alat untuk mempertahankan dirinya. 

Racun yang dimiliki oleh ular merupakan perpaduan antara air liur yang memiliki kombinasi enzim tertentu pembentuk racun. Kombinasi enzim tersebut bertemu beberapa jenis protein yang memiliki komposisi yang berbeda-beda, tergantung dari spesies ular tersebut. Misalnya, King Kobra memiliki 50 hingga 100 jenis protein berbeda, yang menghasilkan racun sangat mematikan. Racun ular ini diproduksi di sebuah kantung di kepala, tepatnya di belakang mata.Kantung ini terhubung langsung dengan taring ular. Jadi, racun ular bukanlah tersimpang di taringnya. Taring ular hanyalah alat untuk menyuntikkan racunnya ke dalam tubuh mangsa bila ia merasa terancam, merasa terusik atau jika ingin melumpuhkan mangsanya.

Ada 7 jenis racun ular yang sangat mematikan, diantaranya adalah:

1. Neurotoksin
Racun ini menyerang sistem syaraf dan mengganggu penghantaran sinyal pada neuron untuk berkomunikasi secara efektif. Neurotoksin terbagi menjadi dua komposisi, yaitu: 1. Pre-synaptic neurotoxins yang terdapat pada family ular (Elapidae dan beberapa Viperidae) mengandung phospholipases A2 dan dapat merusak ujung syaraf. Ditandai dengan terlepasnya transmitter asetilkolin. 2. Post-synaptic neurotoxins (Elapidae) yang mengandung polipeptida lengkap dengan asetilkolin yang berfungsi sebagai reseptor di dalam pertemuan neuromuscular sehingga mampu menyebabkan kelumpuhan.
Jika terkena neurotoksin yang berasal dari ular biasanya akan menyerang dan mematikan jaringan syaraf, menimbulkan kelumpuhan pada alat pernafasan, kerusakan pada pusat otak, dan perasaan mengantuk.

2.  Hemotoksin
Racun hemotoksin menyerang sistem otot dan sistem sirkulasi darah. Racun ini juga akan mencegah oksigen membentuk hemoglobin dalam darah. Reaksi yang dihasilkan dari racun hemotoksin sangat cepat seiring dengan pembengkakan di daerah sekitar luka gigitan, dalam beberapa menit saja korban akan merasakan sakit dan rasa panas yang luar biasa. Racun ini terdapat pada ular tanah (Calloselasma rhodostoma), ular hijau berekor merah (Trimeresurus albolabris), dan ular picung (Rhabdophis subminiatus).

   3. Kardiotoksin
Kardiotoksi adalah racun yang dapat merusak serat-serat otot jantung dan menimbulkan kerusakan otot jantung. Ular yang menghasilkan racun ini biasanya adalah ular laut dan ular king kobra yang secara spesifik racunnya menyerang jantung.

   4. Nefrotoksin
Racun nefrotoksin biasanya terdapat pada gigitan ular bandotan puspo atau dikenal juga dengan sebutan viper ruselli. Racun nefrotoksin ini secara efektif menyerang fungsi ginjal sehingga dapat menyebabkan gaagl ginjal akut.

   5. Sitotoksin
Racun ini menyerang sitoplasma sel. Ular kobra dan ular tanah adalah jenis ular yang menghasilkan racun ini. Racun sitotoksin bisa menyebabkan rasa sakit parah, pembengkakan besar, melepuh serta kerusakan dan kehilangan jaringan.

   6. Nekrotoksin
Racun nekrotoksin dihasilkan oleh jenis ular dari famili Elapidae atau jenis ular berbisa tinggi dan memiliki potensi mengancam nyawa manusia. Racun ini menyebar melalui aliran darah dan dapat menyebabkan nekrosis (kematian) pada sel yang terkena racun ini dan menghancurkan semua jenis jaringannya.

   7. Miotoksin
Gejala dari racun miotoksin yakni rasa nyeri para otot karena racun ini akan menyerang sel otot jika manusia atau hewan lain digigit oleh ular laut.

Itu adalah 7 jenis racun ular yang mematikan. Jika kamu dipatuk ular yang memiliki racun mematikan seperti diatas, kamu perlu segera mendapatkan penanganan medis. Selagi menunggu tim medis datang, hal yang harus kamu lakukan adalah:
  • Bersikap tenang
  • Ingat-ingat bentuk ular yang menggigitmu
  • Jangan banyak bergerak guna menghindari racun menyebar ke bagian tubuh lainnya
  • Lepas aksesoris atau pakaian ketat yang berada di area gigitan untuk menghindari terjadinya pembengkakan
  • Bersihkan luka tanpa air. Setelah itu, tutup area luka dengan perban atau kain kering yang bersih
  • Perban area tubuh yang dipatuk ular, kemudian bebat kembali dari area di bawah lokasi gigitan ular, hingga melewati area gigitan ular menggunakan perban elastis
  • Berbaringlah    

Belum ada Komentar untuk "Ketahui 7 Jenis Racun Ular yang Mematikan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel