Iklan

Fakta Air Liur Komodo Yang Harus Anda Ketahui


Bukan lagi hewan yang asing untuk kita orang Indonesia untuk hewan buas yang satu ini. Ya, Komodo adalah hewan asli Indonesia yang dikenal sebagai hewan purbakala bahkan tidak sedikit yang menyebutnya Dragon atau naga. Meskipun demikian, Komodo tidak dapat menyemburkan api yang mana bukan berarti kadal raksasa ini tidak berbahaya. Gigitan dari Komodo merupakan salah satu gigitan paling berbahaya yang mana jika tidak segera ditangani maka hasilnya adalah kematian bagi korban. Rahasia kekuatan membunuh yang luar biasa dari Komodo ini akhirnya terungkap yakni air liur Komodo yang beracun karena kebersihan gigi yang buruk.

Fakta air liur komodo


Kadal monitor Komodo adalah kadal terbesar di dunia, dan dapat tumbuh hingga 9 kaki. Disebut monitor karena Komodo mampu mencium bau darah mangsanya berkilo-kilometer jauhnya. Habitat Komodo yang paling besar berada di lima pulau kecil Indonesia yakni di Kepulauan Komodo di Nusa Tenggara Timur. Bukti dari ganasnya kadal raksasa ini adalah mereka bisa membunuh binatang yang jauh lebih besar dari tubuh mereka, termasuk kerbau, babi, dan rusa Timor konon berkat air liur Komodo yang beracun.

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, peneliti percaya bahwa salah satu kunci kemampuan membunuh mereka adalah pada infeksi bakteri mematikan yang hidup dalam air liur mereka. Air liur Komodo tersebutlah yang dapat membunuh mangsa. Fakta lainnya yang juga berhasil dikembangkan adalah bahwa bakteri tersebut sebenarnya menyebar dari satu kadal ke kadal lainnya juga. Akibatnya membuat seluruh komunitas lebih mematikan ketika bakteri mereka menyebar satu sama lain.

Baca juga : Perkembangbiakan komodo yang perlu anda ketahui

Hal ini diketahui dari hasil pengamatan akan mangsa Komodo yang awalnya tergigit oleh Komodo. Karena infeksi yang disebarkan oleh air liur Komodo, mangsa tersebut mati. Kemudian melalui penciuman tajamnya, Komodo mencari mangsa mereka yang telah mati. Ya, Komodo adalah pemakan bangkai dan beberapa pendapat ahli mengatakan bahwa bakteri yang diperoleh oleh Komodo tersebut juga berhubungan dengan apa yang mereka mangsa. Dari hasil penelitian lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa rata-rata 58 spesies bakteri ditemukan dalam air liur Komodo, 93% di antaranya diklasifikasikan sebagai berpotensi patogen.

Para peneliti tersebut juga bahkan menemukan satu spesies bakteri yang mematikan yang disebut Pastuerella multocida. Dalam jumlah kecil, bakteri tersebut mampu membunuh tikus yang disuntik dengan sampel air liur komodo yang mengandung bakteri Pastuerella Multocida. Dari fakta tersebut peneliti berkeyakinan bahwa kunci penyebaran bakteri tersebut terjadi melalui makan bersama pada hewan besar yang mati di mana naga saling menularkan bakteri melalui daging, atau juga melalui hewan yang tidak terbunuh secara langsung selama serangan tetapi kemudian dimakan oleh Komodo lain.

Peneliti juga berpendapat bahwa sejarah dari kehidupan sang naga terbukti sangat konsisten dengan model tersebut, terutama bahwa banyak kadal yang tidak berhubungan saat makan secara komunal pada bangkai besar dan mangsa yang melarikan diri serta terluka pada akhirnya juga bisa dimakan oleh kadal lain. Meskipun demikian, tidak sedikit pula yang menganggap bahwa air liur Komodo yang berbahaya tersebut merupakan mitos belaka. Oleh karena itulah tidak sedikit peneliti yang hingga sekarang berencana untuk mempelajari penyebaran bakteri yang berbeda melalui komunitas naga.

Kasus penyerangan Komodo pada manusia pun juga terbilang sangat jarang apalagi sampai mengakibatkan kematian. Salah satu alasannya adalah akibat pengobatan modern yang dapat mengatasi bakteri dari air liur Komodo. Seperti kejadian tahun 2017 lalu dimana seorang turis asal Singapura diserang oleh seekor Komodo besar akibat terlalu dekat dengan Komodo yang sedang diberi makan. Gigitan Komodo tersebut memang menyebabkan hingga 40 lebih jahitan, namun turis tersebut berhasil pulih setelah serangan dari Komodo tersebut. Namun bukan berarti tidak ada catatan korban kematian dari serangan Komodo ini.

Meskipun demikian, belum ada jurnal ilmiah lainnnya yang bisa menyebutkan atau membuktikan lebih detail mengenai air liur Komodo dan juga gigitannya yang dapat mengoyak daging korbannya tersebut. Semoga informasi mengenai air liur dari hewan yang konon sudah hidup sejak jaman prasejarah ini bermanfaat untuk anda.

Belum ada Komentar untuk "Fakta Air Liur Komodo Yang Harus Anda Ketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel