Iklan

Cara Ternak Sapi Perah Yang Menguntungkan

Boyolali dikenal sebagai sentra budidaya sapi perah di Indonesia. Banyak masyarakat boyolali yang membudidayakan jenis sapi ini. ada yang skala besar atau skala rumahan. Usaha ternak sapi perah sedikit berbeda dengan sapi potong. Ada banyak hal yang harus dipikirkan, sehingga sapi bisa produktif menghasilkan susu setiap harinya. Tujuannya untuk diambil susu, sehingga sanitasi menjadi hal penting dalam budidaya sapi perah. Sedangkan sapi potong, fokusnya dalam pembesaran. Sehingga menghasilkan daging banyak. Untuk lebih jelasnya kita akan membahas tentang cara ternak dari sapi perah yang menguntungkan.

Kandang Sapi Perah

Kandang sapi perah
Sumber : Pixabay.com

Budidaya sapi perah di Indonesia, paling cocok didaerah dataran tinggi yang memiliki iklim sejuk. Oleh karena itu banyak yang membudidayakannya, di daerah boyolali, salatiga dan dataran tinggi lainnya. karena sapi bisa menghasilkan susu banyak, jika tinggal didaerah beriklim dingin atau sub tropis. Dengan begitu anda harus membuat kandang di tempat yang dingin, bukan di dataran rendah yang panas.

Kandang sapi perah harus disiapkan dengan sebaik mungkin. kebersihan kandang, ukuran, pencahayaan, sirkulasi udara dan lainnya harus dipikirkan dengan baik. sehingga sapi bisa tumbuh dengan nyaman dan menghasilkan banyak susu. Sapi tidak boleh stres, karena bisa mempengaruhi produktifitasnya. Tinggi kadang yang bagus sekitar 4-4,5 meter. Kandang harus dibuat dengan material yang kuat. Bisa menggunakan bambu, kayu, besi atau beton. Pastikan material kandang tidak membahayakan sapi. 

Bagian lantai juga harus nyaman untuk rebahan, jangan gunakan lantai tanah, karena kurang nyaman bagi sapi perah. Desain tempat makan dan minum,harus bisa diakses oleh sapi. Tempat pembuangan kotoran dan air juga harus sesuai. Sehingga kandang sapi tetap bersih dan tidak ada kotoran yang menumpuk.

Memilih Bibit Sapi Perah

Memilih bibit sapi perah
                      Sumber : Pixabay.com

Inilah hal penting dalam memulai ternak sapi perah. Anda harus memilih sapi perah yang berkualitas dan sehat. Salah satu jenis sapi perah yang produktivitasnya tinggi adalah Frisien Holstein (FH). Anda bisa membeli bakalan atau anakan dari jenis sapi ini. ada juga anakan sapi frisien holstein yang disilangkan dengan sapi lokal. Seperti sapi jawa atau api madura. Secara umum ada beberapa syarat yang harus anda penuhi, saat mencari bakalan sapi perah yang berkualitas. Yaitu :

Tubuh sapi tidak cacat, sehat, bebas parasit dan kulit mulus

Ketahui riwayat dari bakalan tersebut, tanyakan silsilah lengkapnya ke penjual

Mata tidak berair, tidak kusam, dan tidak ada kotoran mata

Hidungnya tidak keluar lendir dan memiliki napas yang bagus. Bibit sapi tidak sering batuk-batuk

Kuku sapi memiliki bentuk yang bagus, bentuk sempurna, tidak ada pembengkakan dan bila disentuh suhunya tidak panas.

Anda harus bisa memilih sapi dengan benar, ajak orang yang berpengalaman. Bila anda masih pemula dan tidak paham memilih yang terbaik. Saat ditempatkan di kandang, anda harus menatanya dengan benar. Jangan terlalu banyak, sehingga sapi berdesak-desakan. 

Pemberian Pakan dan Minuman


Peternakan sapi perah
                      Sumber : Pixabay.com

Untuk menghasilkan susu yang berkualitas dan tinggi, anda harus memberikan pakan dan minum sesuai takaran. Sapi menghasilkan 1 kg susu , membutuhkan 4-5 kg air. Oleh karena itu, anda bisa menempatkan air dalam jumlah banyak di kandang. Jangan sampai ternak sapi perah dehidrasi, anda harus membiarkan sapi minum sebanyak mungkin. pastikan air minum selalu bersih dan diganti secara rutin. Pemberian pakan juga tidak kalah penting dari pemberian air.

Sapi harus mendapatkan pakan yang seimbang dan terpenuhi semua nutrisinya. Pakan yang berkualitas, harus mengandung protein, karbohidrat, vitamin, lemak dan mineral. Ada beberapa jenis pakan yang bisa anda berikan. Antara lain :

Pakan hijau
Pakan hijau merupakan pakan yang memiliki serat tinggi. Seperti leguminosa, rumput-rumputan, daun kacang tanah, jerami padi, pucuk tebu, jerami jagung dan lainnya. sapi perah membutuhkan pakan hijauan sekitar 30-50 kg perharinya, kurang lebih 10% dari berat sapi.

Pakan kosentrat
Pakan konsentrat digunakan untuk menguatkan sapi. Membuat daya tahan tubuh lebih sehat. Contohnya umbi-umbian, biji-bijian, bungkil kedelai atau ampas tahu. Banyaknya sekitar 1-2% dari bobot sapi. Diberikan pada pagi hari sebelum proses pemerahan susu

Pakan Tambahan
Pakan tambahan berupa mineral, vitamin, enzim, hormon atau antibiotik. Pemberiannya harus sesuai aturan masing-masing

Mengawinkan Sapi Perah


Mengawinkan sapi

Sapi perah betina masa birahinya pendek, hanya sekitar 15-18 jam. Birahi selanjutnya muncul setelah 21 hari. oleh karena itu peternak harus mengetahui waktu birahinya dengan tepat. ciri-ciri sapi betina mengalami birahi yaitu:
Tampak gelisah
Nafsu makan menurun
Sering mendekati sapi jantan dan melengguh
Sering terlihat menaiki sapi lain dan bila dinaiki diam
Vulva mengeluarkan cairan dan tampak merah

Sapi jantan birahinya lebih sering, dalam waktu 2-3 hari bisa mengalami beberapa siklus birahi. Anda bisa mengawinkan sapi perah secara alami atau kawin suntik. Untuk kawin alami, satu sapi jantan bisa mengawini 25 - 30 ekor sapi betina. 

Baca juga : Panduan bisnis sapi potong bagi pemula

Masa Laktasi dan Proses Pemerasan


Pemerahan susu sapi
         Sumber : commons.m.wikimedia.org

Dalam menjalankan ternak sapi perah, anda harus memahami masa laktasi kemudian proses pemerasan. 

Masa laktasi
Sapi betina bisa mulai beranak setelah berumur 2,5 tahun. Setelah melahirkan, sapi perah bisa diambil susunya selama 10 bulan. satu minggu setelah melahirkan, susu akan berwarna kuning dan kental. Susu ini disebut susu kolostrum. Biasanya yang diberikan ke bayi sapi, supaya tumbuh sehat. Karena susu ini mengandung gizi yang tinggi. 
Kemudian sapi akan menghasilkan susu dengan jumlah yang tak tertentu. Awalnya sedikit tapi lama-lama akan bertambah banyak. dan menjelang 10 bulan terakhir akan menurun lagi. Oleh karena itu harus diberikan pakan dan minum yang tepat. sapi betina bisa menghasilkan susu sampai usia 10 tahun. Usia 7-8 tahun masa produktivitasnya

Proses Pemerahan
Jika sapi betina sudah menghasilkan susu, anda bisa memerasnya dua kali sehari. Biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari. proses pemerasan dilakukan selama 5-7 menit. Saat memeras susu sapi, anda harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:
  • Peralatan perah dan kandang dalam kondisi bersih
  • Bersihkan badan sapi terlebih dahulu, pastikan tidak ada kotoran yang menempel. Terutama disekitar belakang sapi
  • Orang yang memerah susu, juga harus dalam kondisi bersih. Gunakan sarung tangan dan penutup mulut. Sehingga kondisi susu benar-benar bersih
  • Ambing susu harus dicuci terlebih dahulu dengan menggunakan air hangat, sehingga tidak terkontaminasi bakteri
Selain itu ada beberapa perawatan tambahan yang harus anda lakukan. Seperti pemberian obat cacing dan vaksin, pembersihan kandang secara rutin dan memandikan sapi. Anda harus merawatnya dengan baik, memastikan sapi perah mendapatkan takaran pakan yang tepat dan kandang selalu bersih. Sehingga ternak sapi perah anda memberikan keuntungan berlimpah.

Belum ada Komentar untuk "Cara Ternak Sapi Perah Yang Menguntungkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel